Monday, March 28, 2005

mungkin

mungkin diriku tak mampu menggetarkan hatimu
tapi aku selalu mampu mendamaikan guncangan hatimu
mungkin diriku tak mampu menghangatkan jiwamu
tapi aku tak'kan sanggup mengubah jiwamu menjadi dingin
mungkin diriku tak pernah bisa kauharapkan
tapi aku akan selalu berusaha seperti yang kauimpikan
mungkin diriku tak pantas mendapat cinta darimu
tapi aku bisa menerima semuanya...

Tuesday, March 22, 2005

dan senyap, akhirnya

semakin lelah saja rasanya
mendengar teriakan sumbang
"selamatkan bumiku"
tanpa gerak dan tanpa upaya.
dan akhirnya, tenggorokanku tercekat asap hitam
paru-paruku meradang dan darahku mengental.

wahai saudaraku, sadarlah
kita bukan pemilik planet ini.
tajamkan telinga kalian
deru banjir dan longsor berkejaran.
terangi hatimu kawan
kita tak berhak atas alam ini.

Wednesday, March 16, 2005

parodi cinta

langit demikian biru awan berarak
angin menyejukkan sgala dahaga
indah merekah sepanjang pandang
meski jiwa bergetar menjaga rasa

berbinar cerah mata dan wajahku
bergerak ringan dendangkan lagu
berpendar ceria berhias bahagia
meski hati resah gelisah akanmu

tiada susah atau nestapa
itulah saat cinta menyapa
beribu sakit mampu kutahan
asalkan kau tetap di hati

cinta adalah obat rasa yang meracuni jiwa

Friday, March 04, 2005

Cinta Tak Sampai

Jika cintaku tak sampai
Aku tidak akan menangis
Jika kau ada cinta yang lain
Aku tidak akan memaksa
Jika kau bahagia dengan cintamu
Aku rela menyimpan cintaku ini selamanya

Gikavianne

HU Pikiran Rakyat
Nomor 241 TahunXXXVII Tahun Republik LVIII
Bandung - Minggu (Wage) 24 November 2002
19 Ramadan 1423 H - Puasa 1935
Hlm. 5 Rubrik Sajak-sajak Minggu Ini

Thursday, March 03, 2005

sobekan kecil

lembar demi lembar jalinannya terlepas
terkoyak lalu terhempas, berserakan
tak terhitung berapa banyak
mungkin tak perlu dihitung

kugenggam erat yang tersisa
dengan penuh cemas dan ketakutan
adakah aku masih alpa tuk terjaga
siapakah yang mampu berbagi untuk menjaganya

sobekan kecil dalam hatiku
di tengah lembaran hitam kelam kehidupan
sebuah kertas putih menunggu kita tulis
mencatat segala harapan dan mimpi

bandung 3 maret 2005 07:23